#SpectacularTen 10 Vlogger YouTube Terbaik 2017 (Bagian 1)

0
1498
views

Daftar terbaik untuk kategori vlogger besutan tersapa/Ngepop selalu hadir paling gasik (baca: awal). Tidak lain karena patokan waktu yang digunakan adalah YouTube Rewind—untuk 2017 ini telah dirilis pada 7 Desember 2017.

Dalam dunia video content creator—utamanya di YouTube, lebih spesifik di 2017—tahun ini bukanlah tahun yang menggembirakan. Ekosistem platform ini mengalami pembusukan dari luar dan dalam.

Kalau boleh menggunakan terma “spoiled”, tahun ini kita mesti lebih tabah atas segala drama yang diciptakan oleh Logan Paul, Jake Paul, Rice Gum, tren Diss Track, DaddyOFive, dan rombongannya. Kita boleh merasa malu sebab “orang-orang” itulah yang kemudian dijadikan “wajah” YouTube (oleh eksternal) hanya karena mereka menarik bejibun massa dalam periode singkat.

Belum selesai tentang kegamangan di atas, para kreator tambah dicekik oleh manajemen YouTube-nya sendiri karena satu momok: demonetized. YouTube lebih melindungi pengiklan dibandingkan para kreatornya. Sejujurnya, tidak semua pengunggah video di sini “layak” diberi iklan, tetapi algoritma salah sasaranlah yang kemudian semakin memperkeruh kondisi salah tebang.

Dari luar, memori kita jelas tidak bisa lupa atas berbagai backlash yang diterima oleh PewDewPie. Sebagai akun paling raksasa di YouTube, banyak outlet media mainstream yang hobi menyudutkannya dengan tanpa melihat konteks. Tuduhan paling konyol tentu saja terkait rentetan yang menyebut bahwa dia adalah Neo-Nazi. Kekonyolan tak terperi yang dimuntahkan dari mulut media pengejar klik dan legitimasi.

Terlepas dari iklim berkarya yang tahun ini terasa sangat kurang sehat, untunglah tersapa/Ngepop tetap mampu menyusun daftar #SpectacularTen—dengan susah payah. Berikut ini adalah hasilnya!

#10 [Honorary] SourceFed

Setelah berjalan kurang lebih lima tahun, di 2017 ini kita mesti ikhlas menjadi saksi mata penutupan sepihaknya. Discovery (melalui Group Nine) sebagai pemilik termutakhir, memutuskan untuk melakukan “cancel” atas semua lini SourceFed. Termasuk di dalamnya: SourceFed Nerd beserta rentengan lain.

Yang perlu digarisbawahi di sini: SourceFed hadir dan berkembang karena loyalitas audiens-nya. Tidak heran kalau kemudian beberapa momen terbaik di tahun ini pun disebabkan oleh hal ini (pembatalan), antara lain: pembelaan ketika kanal SourceFed Nerd diganti nama menjadi NowThis Nerd (dengan berondongan komentar pedas dari audiens dan para mantan host, dilanjutkan dengan aksi unsubscribing) serta berkembangpesatnya kanal-kanal pribadi para mantan host.

Atas dasar keloyalan dan tanda hormat, maka SourceFed (mewakili seluruh divisinya yang turut di-cancel) saya letakkan di daftar ini.

loading...

#9 [Honorary] Eskild Fors

Kreator yang baik tidak cuma berhenti di level menghibur. Dia mesti mampu memberikan value lebih yang bisa dirasakan langsung oleh audiens-nya—yang akan berujung pada jalinan relasi timbal-balik. Eskild Fors memenuhi semua kriteria tersebut dalam kanalnya yang berfokus pada tema filmmaking dan video making. Meski bahasa Inggrisnya masih kental akses Norwegia, tetapi pada dasarnya dia memang seorang penutur ulung.

Hingga hadir kabar memilukan di awal kuartal kedua 2017. Eskild Fors ditemukan meninggal bunuh diri karena depresi. Informasi ini bagi saya pribadi begitu manyakitkan. Sebagai salah seorang audiensnya yang setia, yang sudah bertahun-tahun ikut tumbuh dan berkembang bersama interaksi di kanal Fors, sulit sekali untuk menerima kabar ini. Langsung/tidak langsung, berbagai saran yang diujarkannya di video-videonya turut saya praktikkan dan kembangkan. Pengaruhnya nyata saya rasakan.

Sebagai penghormatan, Eskild Fors mutlak mesti saya masukkan di daftar ini.

#8 Cody Ko

Cody Ko ini sesungguhnya lebih cocok disebut sebagai anomali. Mari bermain jujur-jujuran: secara argumen yang disampaikan, saya seringkali berseberangan paham dengannya. Pandangannya terhadap fenomena/kejadian tertentu sering terkurung di formula rigid, bukannya argumentatif. Artinya, ketika dia tidak setuju akan suatu hal, Cody kesulitan menjabarkan alasannya. Bisa jadi karena dia berasal dari background programmer.

Namun begitu, dia adalah penutur yang baik, pelempar satire yang lumayan. Terkadang cara pandangnya pun berakhir unik dan menarik. Dan yang paling penting, meski sesekali dia bertindak temperamen, dia mampu menciptakan atmosfer dialog yang tetap terasa ringan.

#7 Ryan Higa

Menjamurnya Diss Track diikuti menurunnya skits tidak membuat Ryan Higa pesimis. Dia tetap produktif menghasilkan skits yang matang dan eksekusinya mayor di luar bayangan benak kita.

Kemampuannya memelintir narasi tanpa terlihat “sok” adalah kado terbaik yang dia terima dari semesta.

#6 Aidin Robbins

Kanal istimewa tidak selalu memiliki jutaan pelanggan. Aidin Robbins melalui DigitalBlast-nya berhasil membuktikan itu. Saya pertama kali menemukannya ketika dia membuat video pembedahan atas kanal Steven Suptic. Di usia yang baru 15 tahun, dia memiliki kemampuan analisis dan teknis yang mumpuni.

Kehadiran Aidin ini mengingatkan saya pada Eskild Fors. Tak jauh berbeda, kanalnya pun berisi video-video tutorial, vlog, dan analisis kritis.


Itulah penghuni #SpectacularTen kategori vlogger di urutan #10-#6. Selanjutnya, daftar kelima sampai puncak bisa dibaca di Ngepop dengan klik DI SINI atau klik gambar di bawah.

loading...