Singkirkan Belanda, Argentina Tantang Jerman Di Final

0
103
views

Langkah Belanda harus dihentikan oleh babak yang mengantarkannya ke semifinal.arg

Babak pertama berlangsung membosankan, tidak ada serangan berarti dari kedua tim. Tercatat, sepanjang babak pertama hanya terjadi tiga kali tembakan, masing-masing dua kali untuk Argentina dan hanya sekali Belanda melakukan tembakan.

Kapten Timnas Belanda, Robin Van Persie kembali tidak menunjukkan kelasnya di pertandingan ini. Sama seperti pertandingan sebelumnya ketika melawan Kosta Rika (7/7), Van Persie lebih banyak terjebak offside daripada membuat peluang.  Bahkan, tembakan satu-satunya Belanda di babak pertama dilesakkan oleh Wesley Sneijder, bukan Van Persie.

Sementara itu, Argentina tetap bermain seperti biasa, dengan mengandalkan Lionel Messi sebagai motor serangan satu-satunya. Namun, kali ini Messi benar-benar dimatikan oleh Belanda sehingga Argentina tidak bisa berbuat banyak

Babak kedua tidak terjadi banyak perubahan. Bruno Martins Indi yang ditarik keluar digantikan Daryl Janmaat dan Nigel De Jong  yang keluar dan digantikan Jordy Clasie tidak merubah tempo permainan Belanda. Pertandingan dimainkan tidak jauh dari lingkaran tengah. Lionel Messi seakan tidak mampu menembus pertahanan negara kincir angin tersebut.

Hujan gerimis yang mengguyur Sao Paulo ternyata membawa berkah, sejak pertama kali hujan turun,  kedua tim akhirnya meningkatkan tempo permainan. Pertandingan pun kembali berjalan seru dengan permainan yang semakin mendekat ke kotak penalti lawan.arg1

Tekanan-tekanan yang dilakukan Belanda dan serangan balik Argentina belum mampu mengubah papan skor, akibatnya pertandingan mau tidak mau harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

loading...

Babak perpanjangan waktu tetap berjalan sengit, Belanda tidak terlihat kelelahan menghadapi Argentina. Justru Argentina terlihat loyo di babak perpanjangan waktu, tidak terlihat pemain depan yang turun membantu pertahanan. Namun, Belanda tetap tidak mampu menyarangkan bola ke gawang Argentina yang dikawal Sergio Romero. Akhirnya, pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Menariknya, Louis Van Gaal tidak bisa mengganti Cillesen dengan Tim Krul karena pergantian terakhir sudah digunakan untuk mengganti Van Persie dengan Klass Jan Huntelaar. Sehingga Cillesen, yang tidak pernah menggagalkan sepakan penalti selama karirnya, menjadi tumpuan harapan Belanda untuk bisa melaju ke semifinal.

Tendangan penalti pertama akan dieksekusi oleh Ron Vlaar yang tampil gemilang sepanjang laga, namun, Romero tampil lebih gemilang dengan menggagalkan tendangannya. Sedangkan lione Messi yang mengambil tendangan penalti pertama Argentina berhasil mengecoh Cillesen. Arjen Robben mengambil tendangan kedua bagi Belanda, kali ini, Romero berhasil dikecoh. Namun, Cillesen juga berhasil dikecoh lagi, kali ini oleh Ezequiel Garay, skor 1-2 bagi Argentina.arg2

Sneijder dikenal memiliki tendangan yang mematikan, namun, Romero berhasil mementahkan eksekusi penaltinya, Belanda pun kehilangan harapan. Cillesen hampir saja mengembalikan asa Belanda dengan menebak arah tendangan penalti Sergio Aguero, tetapi gagal menepisnya. Dirk Kuyt yang mengambil tendangan keempat berhasil mengecoh Romero.

Nasib belanda ada di tangan Cillesen, kali ini kiper muda itu kembali berhasil menebak arah bola yang disepak oleh Maxi Rodriguez, namun, sepakan Rodriguez terlalu kencang untuk dimentahkan dan akhirnya tidak bisa dibendung oleh Cillesen. Setidaknya, Belanda tidak pulang kampung karena masih ada laga terakhir untuk memperebutkan tempat ketiga melawan Brasil. Sedangkan Argentina bertemu dengan Jerman di final untuk ketiga kalinya.

Penulis: Lucky Lukmanul H @bejo_junior

loading...