[Review Album] Lana Del Rey “Ultraviolence” Tentang Kerapuhan Seorang Wanita

0
413
views

Dua album pertama Lana Del Rey memang sudah kelam, namun itu tidak ada apa-apanya dibanding “Ultraviolence.”

Sampul album Lana Del Rey – Ultraviolence

Elizabeth W. Grant atau yang lebih dikenal dengan nama panggung, Lana Del Rey, baru saja mengeluarkan album ketiganya berjudul, Ultraviolence. Ultraviolence dirilis pada 13 Juni 2014 di bawah naungan label rekaman Interscope dan Polydor Records.

Penyanyi yang menamakan aliran musiknya “Hollywood sadcore” ini telah bekerja sama dengan personil grupband The Black Keys, Dan Auerbach, dalam pembuatan album Ultraviolence.

“Dia sungguh mengesankan. Ada saat dimana dia tidak setuju dengan pendapatku. Aku rasa dia hanya tidak ingin orang-orang berpikiran kalau dia tidak memiliki kuasa atas album ini. Karena aku yakin pasti sulit bagi seorang wanita di industri musik. Jadi pada awalnya kita agak berselisih, tapi akhirnya kita akur,” tutur Dan Auerbach di laman NME.

loading...

Berbeda dengan musisi masa kini yang banyak beralih ke aliran house/ electronic dance, Lana Del Rey masih setia pada aliran musiknya. Kesebelas lagu yang terdapat di Ultraviolence nyatanya memang terdengar mirip dengan dua album sebelumnya. Namun dalam Ultraviolence, Lana menawarkan aliran blues-rock dan dream pop yang lebih kental. Semua itu berhasil dikemasnya secara sederhana namun sangat apik.

Masih mengusung tema kegelapan, depresi dan kesedihan, melalui lirik yang Lana Del Rey tulis untuk album barunya ini, Ia menyuguhkan gambaran berbeda tentang hubungan percintaan yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Seperti dalam lagunya yang juga berjudul Ultraviolence, “He used to call me poison, like i was poison ivy, i could have died right there, cause he was right beside me.” Dalam lagu itu Lana Del Rey mengisahkan seorang wanita yang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kerapuhannya. Wanita tersebut tetap setia walau dipukuli dan dianggap tidak berarti oleh pasangannya.

Lana Del Rey berhasil menciptakan lagu dengan lirik dan musik yang terdengar putus asa namun kaya akan sensualitas. Ultraviolence bisa jadi adalah albumnya yang terdengar paling kelam. Meskipun demikian, prestasi yang diraih album ini tidak sekelam musiknya. Album tersebut telah mencuri posisi nomor satu di berbagai Official Album Charts banyak negara.

Penulis: Hesti W @hestiwaw

Editor: Aef Anas @a_ef

loading...