Pemenang FFI 2014: “Tabula Rasa” dan “Soekarno” Borong Empat Piala Citra

0
111
views

Acara puncak Festival Film Indonesia 2014 baru saja selesai dihelat di Palembang pada 5-6 Desember 2014.

FFI 2014

Cahaya dari Timur berhasil keluar sebagai pemenang Film Terbaik FFI 2014. Hal ini cukup mengejutkan sebab kalau dilihat dari banyaknya jumlah nomine, Soekarno dan Tabula Rasa terasa lebih mengintimidasi. Pun dibuktikan dengan berhasil dibawa pulangnya masing-masing empat Piala Citra untuk dua film tersebut. Dugaan semula, Tabula Rasa memiliki kans yang lebih besar sebab berhasil menyabet piala Skenario Terbaik, Pemeran Wanita Utama Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, serta Sutradara Terbaik.

Empat piala yang dibawa pulang oleh film Soekarno tiga di antaranya berkaitan dengan teknis, dan satu Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Film panjang lain yang berhasil membawa pulang penghargaan adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Sebelum Pagi Terulang Kembali, Killers, 3 Nafas Likas, dan Sokola Rimba. Selain itu, Slamet Rahardjo memperoleh Lifetime Achievement Award.

Gelaran tahun ini memang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Meski dari segi teknis masih bisa ditemui banyak kekurangan di sana-sini, misalnya kurangnya koordinasi operator dengan pembaca nomine, tidak hafal teks, video tidak terputar, pun sound yang sering timbul tenggelam. Namun secara kualitas, terjadi upgrade besar-besaran antara lain perubahan sistem penilaian, jumlah juri, antusiasme, beragamnya nominasi dan pemenang, serta tentu saja kehadiran Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara.

Dari insan perfilman sendiri, FFI 2014 juga menjadi tonggak sejarah berpartisipasinya kembali Mira Lesmana, Riri Riza, dan kawan-kawan setelah sebelumnya selama bertahun-tahun memilih untuk tidak mengikutsertakan karya mereka.

loading...

Berikut ini daftar pemenang Festival Film Indonesia 2014 yang mengambil tagline Bangga Film Indonesia:

Film Animasi Terbaik: “Asia Raya,” Produksi Crymsonitc Pictures

Film Dokumenter Terbaik: “Dolanan Kehidupan,” Produksi Eagle Institut Indonesia

Film Pendek Terbaik: “Onomastika,” Produksi Lanjung Production

Perancang Busana Terbaik: Retno Ratih Damayanti, “Soekarno”

Pengarah Artistik Terbaik: Allan Sebastian, “Soekarno”

Pengarah Efek Visual Terbaik: Eltra Studio dan Adam Howarth, “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

Penyunting Gambar Terbaik: Cesa David dan Wawan Wibowo, “Soekarno”

Pengarah Sinematografi Terbaik: Nur Hidayat, “Sebelum Pagi Terulang Kembali”

Penata Suara Terbaik: Fajar Yus Kemal dan Aria Prayogi, “Killers”

Penata Musik Terbaik: Fajar Yus Kemal, “Killers”

Skenario Asli Terbaik: “Tabula Rasa”

Skenario Adaptasi Terbaik: “Sokola Rimba”

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Bravani, “Soekarno”

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Yayu Unru, “Tabula Rasa”

Pemeran Wanita Terbaik: Dewi Irawan, “Tabula Rasa”

Pemeran Pria Terbaik: Chicco Jerikho, “Cahaya dari Timur”

Sutradara Terbaik: Adriyanto Dewo, “Tabula Rasa”

Film Terbaik: “Cahaya dari Timur”

Lifetime Achievement Award: Slamet Raharjo

Pemeran Anak-anak Terbaik: “3 Nafas Likas” dan “Sokola Rimba”

loading...