Panggil Juara Olimpiade Itu ke Pelatnas, PBSI!

0
297
views

axiata cup

Axiata Cup 2014 telah usai. Indonesia yang kalah tipis dari Thailand di partai puncak harus puas dengan status runner-up. Beberapa nama pemain belia seperti Anthony Ginting dan Kevin Sanjaya dinilai memiliki prospek cerah. Tidak hanya pemain belia, pemain gaek seperti Markis Kido pun mulai mengapung ke permukaan. Kenapa?

Markis Kido yang tampil enam kali hanya gagal meraih kemenangan satu kali, saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya. Nama Markis Kido pun mulai mengapung ke permukaan karena dinilai masih layak ikut Pelatnas, setelah keluar Pelatnas pada tahun 2009 bersama dengan pasangan abadi-nya saat itu, Hendra Setiawan.

Mantan Juara Olimpiade ini pun meraih banyak gelar dalam rentang waktu 13 tahun bersama Hendra Setiawan, Superseries, Asian Games dan banyak gelar lainnya telah masuk ke gudang trofi Markis Kido. Setelah malang melintang di luar Pelatnas, pada 2012 Hendra yang kembali direkrut PBSI. Kido mulai berpasangan dengan Gideon di Ganda Putra dan Pia Zebadiah di Ganda Campuran.

loading...

Prestasinya pun tidak bisa dibilang jelek, dua gelar bersama Gideon dua lainnya bersama Pia menambah koleksi gelar juara Markis Kido. Kembalinya Kido ke Pelatnas pun dinilai masih layak, dengan kemampuan yang masih ada dan masih ulet, keberadaan Kido bisa untuk meningkatkan kemampuan atlet kelas prospek untuk matang di berbagai sisi. Seperti saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya kemarin (6/12). Meskipun kalah, kombinasi keduanya dinilai cukup menjanjikan, dengan penampilan Kevin yang enerjik dan Kido yang kaya pengalaman.

Jika Memanggil kembali Kido bukanlah pilihan, memecah andalan Indonesia seperti Ahsan/ Hendra, Owi/ Butet dan Greysia/ Nitya untuk dipasangkan dengan pasangan muda, bisa menjadi opsi lain untuk membangun mental dan mematangkan kemampuan pemain muda agar siap berkompetisi di beberapa tahun kedepan. Namun, menilik daftar andalan Indonesia yang hanya bertumpu kepada tiga pasangan tersebut, rasanya mustahil untuk memecah mereka di ajang selevel superseries. Kalaupun iya, dari mana Indonesia bisa mendapatkan gelar?

Menarik ditunggu, jalan mana yang akan dipilih PBSI? Menurunkan ego untuk memanggil kembali mantan Juara Olimpiade tersebut atau mengambil pilihan untuk memecah andalan Indonesia?

loading...