Penderita diabetes seringkali membutuhkan tes gula darah berkala. Tes gula darah ini dapat dilaksanakan di lokasi tinggal untuk mengawal kadar gula darah stabil di bawah kendali diabetes. Apa yang butuh diketahui mengenai tes gula darah? Tes gula darah atau tes glukosa adalahsebuah tes yang dilaksanakan untuk bisa mengukur jumlah gula dalam darah Anda. Gula darah atau glukosa ialah sumber energi terpenting tubuh. Tubuh Anda mengolah karbohidrat yang Anda santap menjadi glukosa. Tes glukosa atau tes gula darah terutama dilaksanakan untuk memeriksa situasi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Dikutip dari sehatQ.com diabetes ialah suatu situasi yang mengakibatkan gula darah naik.

Pada orang sehat, glukosa dalam tubuh diperlakukan dengan hormon yang disebut insulin. Namun, jika Anda menderita diabetes, tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin atau insulin tidak berfungsi dengan baik. Ini menyebabkan gula darah menumpuk atau meningkat. Jika tidak diobati, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ. Pembacaan glukosa darah juga dapat digunakan (meskipun jarang dilakukan) untuk menguji hipoglikemia, yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu rendah. Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan remaja yang tubuhnya tidak dapat memproduksi cukup insulin. Ini adalah kondisi kronis dan membutuhkan perawatan seumur hidup. Diabetes tipe 1 juga didaftarkan pada beberapa orang berusia 30-40.

Sementara itu, diabetes tipe 2 (diabetes atau diabetes) biasanya didiagnosis pada orang dewasa yang obesitas dan obesitas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau ketika insulin yang diproduksi tidak berfungsi dengan baik. Risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi dengan menurunkan berat badan. Diabetes hamil terjadi ketika seorang wanita hamil menderita diabetes. Jenis diabetes ini biasanya hilang ketika seorang wanita melahirkan. Setelah didiagnosis menderita diabetes, penderita diabetes mungkin perlu menjalani tes gula darah untuk menentukan apakah kondisinya terkendali dengan baik. Kadar glukosa yang tinggi pada penderita diabetes dapat mengindikasikan bahwa diabetes tidak ditangani dengan benar.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kadar gula darah tinggi mungkin merupakan tanda akromegali, gejala sindrom Cushing, gagal ginjal, atau tumor adrenal. Ada tiga jenis tes gula darah, yaitu tes gula darah puasa, tes gula darah 2 jam dan kapan.

1. Tes gula darah puasa

Jika Anda menjalani tes glukosa puasa, jangan makan atau minum 8 jam sebelum tes. Anda hanya bisa minum air putih. Anda dapat menjadwalkan tes glukosa puasa di pagi hari sehingga Anda tidak harus berpuasa di siang hari.

2. Tes gula darah 2 jam

Sedangkan tes gula darah 2 jam adalah tes gula darah tertunda (PP). Ini merupakan kelanjutan dari tes gula darah biasa. Jadi jika Anda mendapatkan tes darah setelah puasa 8 jam, Anda akan diminta untuk makan secara normal. Kadar gula darah Anda akan diperiksa dalam 2 jam setelah makan. Bahkan normal jika kadar gula darah naik setelah makan. Ini terjadi pada orang sehat dan diabetisi. Namun pada orang sehat, kadar gula darah akan kembali normal setelah 2 jam makan.

3. Tes gula darah acak

Anda dapat makan dan minum untuk tes ini. Stres yang parah dapat menyebabkan kadar gula darah Anda naik sementara. Stres ini biasanya disebabkan oleh pembedahan, trauma, stroke atau serangan jantung. Obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi kadar gula darah. Selalu beri tahu dokter Anda tentang obat-obatan yang Anda pakai – termasuk obat resep, obat resep, dan suplemen herbal. Dokter Anda mungkin meminta Anda untuk berhenti minum obat atau mengubah dosis sebelum menjalani tes atau pemeriksaan.

By eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *