Dua Malam Menuju Bukittinggi (Bagian 2)

1
493
views

Satu hal yang bikin kesel dalam perjalanan ini adalah harga makanannya.

Baca bagian pertama.

Sekitar jam 23:00 WIB di sekitar Lampung Utara, kami sempat makan malam di sebuah restoran Minang. Untuk seporsi nasi dengan lauk ikan lele saya harus membayar sebanyak 21 ribu rupiah! Bahkan teman saya harus membayar sampai 27 ribu rupiah karena memesan ayam.

Semakin malam kecepatan bus semakin menggila. Mungkin bisa sampai 100 km/jam.  Kontur jalan yang naik turun dan meliuk-liuk dilibas tanpa ampun. Kecepatan juga tidak berkurang saat melewati banyak tingkungan tajam, bahkan makin cepat. Gila, rasanya sepertinya naik rollercoaster!

Tempat kami sarapan di Lubuk Linggau © Farras Muhammad
Tempat kami sarapan di Lubuk Linggau © Farras Muhammad

Paginya saya bangun dan spontan berucap syukur kepada Tuhan karena masih diberikan hidup setelah melewati malam yang gila-gilaan. Kami sarapan di sebuah restoran Minang di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Kali ini menunya adalah roti, kornet, dan susu kental manis yang dibawa dari rumah. Ga lagi deh beli makan di restoran, bisa-bisa tekor duluan.

Di sepanjang jalan lintas Sumatera hampir semua rumah pasti ada parabolanya. Ini gara-gara antena biasa tidak kuat untuk menangkap sinyal. Jadi orang-orang di sana terpaksa memakai parabola agar tetap bisa nonton televisi.

loading...

Keuntungan pergi ke Bukittinggi naik bus adalah saya bisa menyaksikan lanskap jalan lintas Sumatera yang sangat memukau. Di Lahat, Sumatera Selatan, jalan raya membelah hutan yang masih sangat lebat. Pohon-pohon tinggi dan besar berdiri di sisi-sisinya bagaikan membuat pagar antara jalan dan hutan.

Memasuki Darmasraya, sepanjang jalan kami dikepung deretan bukit dan tebing raksasa. Semuanya membentuk barisan ngarai yang membentang tak berkesudahan. Senja datang, perlahan-perlahan matahari tenggelam di balik barisan ngarai dan meninggalkan semburat jingga di langit Darmasraya. Terlihat pula beberapa rumah gadang yang menandakan bahwa Sumatera Barat sudah dekat.

Ketika melewati Danau singkarak saya ternganga. Gile ini danau gede banget! Sekltar 20 menit bus telah mengelilingi danau dan belum ada tanda-tanda akan selesai. Meskipun begitu saya menikmati momen-momen ini. Cahaya-cahaya dari lampu yang berjajar di sisi-sisinya membuat suasana malam di Danau Singkarak terasa romantis. Akhirnya, setelah 30 menit bus lepas juga dari danau tersebut.

Tepat pukul 23.00 WIB kami sampai di pool bus NPM Bukittinggi. Yeay! Akhirnya, dua malam perjalanan darat membelah Sumatera berakhir juga. Meskipun kurang nyaman dan makan waktu, saya tidak menyesal memilih naik bus. Selain karena hemat, saya beruntung bisa mengecap ketegangan, kesialan, kemujuran, dan kebahagian dalam sekali perjalanan.

Informasi Detail :

Tarif beberapa bus rute Jakarta – Bukittingi:

Antar Lintas Sumatera (ALS)  : Rp 250,000 – 350,000

Naikilah Perusahan Minang (NPM) : Rp 400,000

Lorena : Rp 465,000

(Harga tiket bisa berubah tergantung bulan, untuk memastikan harga hubungi agen terlebih dahulu)

Kontak beberapa kantor dan agen bus di Jakarta Timur:

LORENA

Jl. Pemuda No. 14B Rawamangun

021-29847505, 021-82584666

http://www.lorena-karina.com/network.html

NPM

Jl. Perserikatan (Terminal Rawamangun)

021-47869845

ALS

Jl. Perserikatan (Terminal Rawamangun)

021-47865987

Baca bagian pertama.

loading...