Catat! Ini Cara Aman Modifikasi Motor biar Gak Kena Tilang

Memodifikasi kendaraan menjadi lebih keren dan menarik adalah hal wajib yang harus dilakukan bagi mereka para pecinta otomotif. Oleh sebab itu, biasanya motor dimodifikasi sedemikian rupa agar sesuai dengan selera pemilik motor itu sendiri. Bahkan, tak jarang dari mereka yang memodifikasi motornya dengan cara nyeleneh dapat ditemui di penjuru jalanan. Seperti Japstyle, Bobber, Caferacer, Scramble, Chopper dan berbagai style motor lainnya yang populer hingga membuat para pecinta otomotif berburu modifikasi motor secara gila-gilaan.

Meskipun sebenarnya terlihat keren, namun sayangnya cara memodifikasi seperti ini kerap membuat para polisi gerah. Umumnya, memodifikasi motor secara berlebihan dan tidak ada surat pengantar dari bengkel yang memodif motor kalian. Bisa membuat kamu mudah kena tilang. Apalagi kalau kapasitas mesin dan dimensi sudah diganti, maka kamu perlu melakukan uji ulang pada motor kamu di Kementerian Perhubungan. Tahukah kamu, apa saja syarat agar cara modifikasi motor tetap aman dari tilang? Nih, berikut ini ada sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan!

  1. Mengubah Rangka


Sumber: pinterest.com

Mengubah rangka pada motor sebenarnya bisa berakibat fatal kalau dilakukan dengan cara sembarangan. Maka dari itu, hal ini dilarang oleh undang-undang yang berlaku. PadahalĀ  rangka motor telah terdaftar di nomor seri untuk administrasi motor milikmu. Kalau diubah, gak heran jika motor kamu nantinya ditahan oleh polisi. Memang cukup banyak motor yang mengubah rangkanya agar terkesan lebih garang. Tapi kalau melanggar undang-undang yang sudah tertera malah bikin kamu rugi, kan?

  1. Mengubah Warna


Sumber: pinterest.com

Meskipun sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan keselamatan berkendara. Namun mengubah warna motor juga tidak diperbolehkan apabila warna yang baru berbeda dengan warna motor yang ada di STNK milikmu. Umumnya, motor standar seperti Honda Spacy dan Honda Revo akan terlihat biasa saja jika warnanya tidak dibikin compact. Makanya, cara modifikasi motor Revo dan Spacy biasanya melibatkan penggantian warna. Sebenarnya prosedur penggantian warna motor di STNK tidak memakan banyak biaya. Jadi tak ada salahnya kalau kamu mengurusnya terlebih dahulu sebelum kamu kena sanksi di jalanan oleh polisi yang bertugas.

  1. Menghilangkan Berbagai Alat Penting


Sumber: pinterest.com

Memodifikasi motor dengan mencopot peralatan penting untuk menunjang keselamatan berkendara pastinya sudah dilarang. Tidak perlu alasan panjang lagi untuk menjelaskan. Ini sudah pasti karena berbahaya. Meskipun untuk gaya-gayaan tapi dengan kamu mencopot aksesoris pengaman seperti spion motor dan lampu motor, maka sudah dipastikan kamu akan kena tilang dan terlihat bodoh di mata orang banyak karena tidak mementingkan keselamatan diri sendiri.

  1. Mengubah Dimensi Pada Motor


Sumber: pinterest.com

Kalau kamu pernah menemukan motor matic yang dimodif menjadi chopper panjang, berarti kamu sudah melihat modifikasi yang terlarang. Sebenarnya tidak terlarang juga sih jika sudah menjalankan uji kelayakan, namun kalau belum mematuhi uji kelayakan ya sudah dipastikan kena tilang, tuh. Misalnya, Honda Beat dengan bentuk yang tampak compact. Cara modifikasi motor beat yang begitu total akhirnya jadi populer di kalangan pecinta otomotif. Padahal cara modif seperti ini malah rawan kena tilang, lho. Lebih cermatlah dalam memodifikasi motor.

  1. Mengganti Knalpot


Sumber: pinterest.com

Cara ini sudah banyak dilakukan supaya mirip kayak motor pembalap. Padahal, mengganti knalpot motor standar dengan suara yang bising dapat mengganggu kenyamanan orang di sekelilingnya. Jadi, wajar-wajar saja kalau polisi menilang para pengendara motor yang memiliki knalpot bising.

Sebenarnya modifikasi motor tak ada salahnya kalau motor itu dipakai untuk kontes saja. Namun, jika motor itu digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Maka segeralah daftarkan motor kamu dengan prosedur yang tepat agar motor kamu tidak diberi surat tilang.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *