BWF: Sistem Penilaian Baru Siap Diterapkan

0
168
views

  BWF siap terapkan sistem penilaian dengan 11 dikali lima set.

Logo BWF
Logo BWF

Federasi Bulutangkis Internasional (BWF) siap untuk menguji coba sistem penilaian baru yang sudah digodok dalam beberapa bulan terakhir dan akan mulai digunakan beberapa bulan ke depan. Sistem yang akan dicoba adalah sistem penilaian dengan 11 dikali lima set.

BWF’s Cair of Event, Peter Tarcala, mengatakan, BWF akan mengujicobakan sistem ini di turnamen kelas tiga dan empat pada bulan Agustus atau September.

Sebelumnya, pertengah Mei lalu, BWF dan seluruh federasi bulutangkis dari tiap negara mendiskusikan mengenai perubahan nilai ini. namun, dalam penilaian tersebut, mereka masih memiliki beberapa opsi lain, yaitu tiga set dengan skor kemenangan 21 seperti yang berlaku saat ini, bedanya, di set ke-3 hanya akan mencapai 11 poin.

Opsi kedua memakai sistem Best of Two sampai angka 15. Ketiga adalah Best of Three dari kemungkinan lima set, dan setiap set-nya hanya mencapai sembilan poin. Akhirnya saat pertemuan BWF Council 30 Mei, setelah melaksanakan diskusi dengan pemain dan delegasi BWF lain di setiap negara peserta, BWF menyimpulkan untuk mencoba opsi penilaian Best of Three dari lima set dan masing-masing set mencapai 11 poin.

loading...

“Sistem penilaian 11 poin dalam lima set ini bertujuan untuk menimbulkan lebih banyak kegembiraan dalam setiap pertandingan. Sekaligus meminimalisir waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya,” ungkap Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer, dikutip dari situs resmi BWF.

Jika percobaan ini berjalan dengan lancar, BWF bakal mengambil langkah untuk mendiskusikan hasil tersebut kepada dewan pada November. BWF akan meminta respon balik dari setiap negara yang telah menerapkan sistem ini dan akan menjadi evaluasi, selanjutnya akan mulai diterapkan secara bertahap.

Bila perubahan penilaian ini jadi diterapkan di semua turnamen bulu tangkis dunia, Maka perubahan ini akan menjadi sistem perubahan nilai bulutangkis untuk yang kesekian kalinya. Pada awal pertandingan resmi bulutangkis, permainan menggunakan sistem klasik, pindah bola dengan poin maksimal 15 untuk tunggal putra dan 11 poin untuk tunggal putri.

Setelah itu, pada awal 2002 sistem tersebut mulai mengalami perubahan dengan sistem pindah bola lima set dengan poin maksimal tujuh. Namun pergantian ini kurang berlangsung baik, hingga akhirnya pada Agustus di tahun yang sama, penilaian kembali ke sistem klasik. Barulah mulai tahun 2006 sistem penilaian dengan reli poin (3×21) diterapkan oleh BWF hingga saat ini.

Penulis: Fauzi Ananta @NotFauziAnanta

Editor: Aef Anas @a_ef

Sumber: Republika

loading...