Brace Your Self, Schurrle

0
159
views

Pada akhirnya performa yang mampu membuat Andre Schurrle  bertahan atau dibuang.

Andre Schurrle menjadi salah satu nama dari 23 pemain Jerman yang turut mengangkat trofi Piala Dunia di benua yang masih asing bagi sepakbola Eropa. Schurrle menjadi dalang dibalik kemenangan Jerman setelah umpannya mampu diselesaikan dengan sempurna oleh Mario Goetze untuk menundukan anak asuh Alejandro Sabella di final pagelaran akbar empat tahunan tersebut.

Sepanjang turnamen, Schurrle sebenarnya menjadi senjata rahasia tersendiri bagi Joachim Loew saat golnya di perpanjangan waktu mampu membantu Jerman menundukan Algeria di babak 16 besar. Aksinya tidak berhenti sampai di situ. Brasil menjadi korban selanjutnya dari pemain berusia 23 tahun tersebut dengan sepasang golnya. Brasil pun tertunduk malu dengan skor mencolok 7-1.

Namun cerita dongeng tersebut hanya mampu dituliskannya di level internasional saja. Performa Schurrle di klub dianggap angina-anginan. Teranyar, performa yang ditunjukan Schurrle ketika melawan tim League Two, Shrewsburry pada ajang Capital One Cup, menjadi bukti sahih. Schurrle terlihat mudah kehilangan bola serta tembakan jarak jauhnya tidak jarang hanya menghasilkan tendangan gawang. Walaupun pada akhirnya Chelsea menang dengan skor 2-1, namun laga tersebut bukan menjadi laga yang manis untuknya. Manajer Chelsea, Jose Mourinho sendiri pun mengaku kecewa dengan performa anak buahnya teresbut.

loading...

Ini bukanlah hal baru bagi Schurrle. Kala di beri kesempatan bermain melawan Bolton di Capital One Cup dan Sporting Lisbon di Liga Champions, Schurrle menunjukan hal serupa. Terlihat frustasi dan tidak percaya diri.  Bahkan, setelah pertandingan melawan Sporting, Mou menyempatkan memberi komentar terhadap wingernya tersebut,”Terkadang dia fenomenal, terkadang biasa saja. Ketika dia bermain fenomenal, maka akan benar-benar fenomenal,”. Jelas terlihat adanya keraguan dalam benak The Happy One akan kemampuan Schurrle.

Mou sendiri terkenal manajer yang tidak menyukai keinkosistensian dari seorang pemain. Hal ini sempat menimpa Kevin De Bruyne yang dianggap tidak tampil maksimal kala menghadapi Swindon City. “Soal De Bruyne, saya tidak suka penampilannya saat berhadapan dengan Swindown di Piala Liga dan saya tak suka penampilannya di sesi latihan.” Setelahnya, De Bruyne benar-benar dibuang oleh Mou.

Tentu nasib ‘pembuangan’ yang menimpa mantan rekannya tersebut tidak ingin dialaminya. Jika memang ingin bertahan tdi Chelsea, minimal mantan pemain Bayern Leverkusen tersebut harus mampu tampil konsisten. Juan Mata yang menjadi pemain terbaik Chelsea di musim 2013/14 pun bisa di singkirkan begitu saja oleh sang manajer, apa lagi pemain yang hanya berstatus super-sub ?

loading...